Bokep horny sexual revenge

0
Share
Copy the link

Lempang menantang, bersama guratan-guratan otot di seputarnya. Nari langsung membelainya bersama halus. Kali ini matanya nyaris tiada bergerlip sedikit juga menoleh senjata kebanggaanku itu.
“Sshh..!” desisku.

Kayak anak minim yang lamban tiada makan ice cream, Nari langsung mengulum penisku kayak beliau mengulum ice cream.
“Oouuhh..!” penisku yang besar itu tiada muat di mulutnya, cukup kepala penisku saja yang masuk ke dalam mulutnya.
Tetapi bagiku itu pernah cukup, karna bersama lidahnya yang halus Nari memasok rangsangan yang jempolan pada anggota kepala penisku itu. Saya langsung menggelepar-gelepar kayak ikan yang kehilangan air.

Kedua tangannya bergantian mengusap, Bokep Online menggahar, serta memancing batang penisku. Sementara mulutnya pun tiada henti-hentinya mencium, membakar, mengulum, serta mengisap kepala penisku. Saya kerasa melambung dibuatnya.
“Sayaanngg.., aakkuu maauu kelluuar..!”